Inovasi Disruptif Sebuah Teori Inovasi yang Mengganggu

Inovasi Disruptif Sebuah Teori Inovasi yang Merusak

Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah sebuah proses yang menggambarkan dimana sebuah produk atau jasa lahir dari sebuah aplikasi sederhana memanfaatkan ceruk pasar yang kecil, kemudian berkembang dan pada akhirnya mampu menggeser para pemain bisnis¬† yang sudah mapan. Inovasi disruptif¬† pertama kali diperkenalkan oleh Clayton M. Christensen seorang profesor dari Harvard Business School, dalam artikel yang berjudul “desruptive tehnologies : catching the wave”, bersama Joseph Bower.

 

Baru-baru ini teori inovasi disruptif yang pertama kali diperkenalkan oleh Christensen di tahun 1990 an itu, kembali hangat diperbincangkan oleh para pakar bisnis di Indonesia. Inovasi disruptif hadir dalam era keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi internet yang kian massif. Banyak produk maupun jasa yang belakangan ini muncul dengan memanfaatkan teknologi.

 

Sebut saja fenomena ojek online Gojek, taxi online Uber, agen penjualan tiket online Traveloka, kemudian dari e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan banyak lagi paltform bisnis lainnya.

Inovasi Disruptif Sebuah Teori Inovasi yang Merusak
Buku yang berjudul Disruption, karangan Prof. Rhenald Kasali. foto:rumahperubahan.co.id

Bagi Rhenald Kasali, disruption mengubah banyak hal sehingga cara-cara dalam berbisnis lama menjadi usang (obsolete) dan ketinggalan jaman. Disruption tidak hanya mengubah cara bisnis, tetapi fundamental bisnisnya juga ikut berubah, mulai dari struktur biaya, budaya dan ideologi bisnisya juga berubah.

 

Segala sesuatu yang dulunya dimiliki sendiri, (owning) dalam era disruption berubah menjadi sharing (berbagi peran) dan kolaborasi. Jika dahulu semuanya dikerjakan sendiri, sekarang dikerjakan bersama-sama dengan cara gotong royong. Sebagai contoh aplikasi www.kitabisa.com, platform sosial penggalangan dana yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada siapa saja yang membutuhkan secara bergotong-royong.

Inovasi Disruptif Sebuah Teori Inovasi yang Merusak
ilustrasi, sumber: rumahperubahan.co.id

 

Lima hal penting berkaitan dengan disruption menurut Rhenald Kasali, pertama, disruption berakibat pada penghematan biaya melalui proses bisnis yang simpel. Kedua, membuat kualitas apa pun yang dihasilkan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ketiga, disruption menciptakan pasar baru atau membuat mereka yang selama ini ter-ekslusi menjadi terinklusi, pasar yang selama ini tertutup menjadi terbuka.

 

Keempat, produk/jasa hasil disruption harus mudah dijangkau dan diakses oleh penggunanya. Seperti ojek online, taksi online dan finansial teknologi yang bisa diakses lewat smartphone. Kelima, disruption membuat segala sesuatu menjadi lebih smart, lebih menghemat waktu dan lebih akurat.

 

 

2 Comments on “Inovasi Disruptif Sebuah Teori Inovasi yang Mengganggu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *