Pengujian Material Dengan Metode NDT (Non Destructive Testing)

Pengujian Material Dengan Metode NDT (Non Destructive Testing)

Non Destructive Test adalah pengujian yang dilakukan tanpa merusak material atau specimen yang akan diuji. NDT biasa dilakukan dengan beberapa metode diantaranya:

  1. Visual Inspection
  2. Magnetic Particle Inspection
  3. Dye Penetrant Test
  4. Ultrasonic Test
  5. Radiography Test
  6. Eddy Current Test

Kali ini saya akan menjelaskan NDT melalui metode Magnetic Particle Testing (MPI/MT) dan Dye Penetrant Testing (PT)

Pengujian Material Dengan Metode NDT

I. Magnetic Particle Inspection

Metode ini sering dipakai untuk menemukan cacat pada permukaan maupun di bawah permukaan dari material yang akan diuji. Kemampuan metode ini untuk mendeteksi cacat di bawah permukaan bergantung pada kekuatan medan magnit untuk memunculkan indikasi yang dicurigai sebagai cacat pada material.

Peralatan yang digunakan untuk melakukan MPI : Chemical ( Magnetic Particle, White Contrast Paint, Yoke AC/ Yoke Permanent, Pie Shape, Light Meter dan Thermometer).

Langkah-langkah pengujian dengan magnetic particle adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum melakukan pengujian dengan magnetic particle, check permukaan benda uji untuk mengetahui ada atau tidaknya cacat permukaan terbuka yang mungkin tidak bisa menarik dan menahan magnetic particle karena lebarnya.
  2. Memastikan area yang akan diuji harus kering dan bebas dari kotoran, grease, oli, pasir, loose, rust, scale atau material lainnya sekurang-kurangnya 1 in dari setiap sisi area yang akan diuji.
  3. Jika menguji lasan, minimum 1 inch dari kedua sisi lasan harus diiukutkan ke dalam area yang diamati.
  4. Pengaplikasian WCP ( white contrast paint ) pada lasan yang akan diuji, sekurang-kurangnya 1 inchi dari tiap sisi lasan, dengan ketebalan yang cukup untuk memberi contrast particle.
  5. Menguji kekuatan medan magnet dengan menggunakan Pie-Shaped Magnetic Particle Field Indicator.
  6. Letakkan Yoke di area yang akan diuji, tekan tombol hidup dan aplikasikan partikel basah secara merata dengan menyemprot. Indikasi harus diamati selama aplikasi dari partikel magnetic.
  7. Melakukan dua kali pengujian terpisah , dimana pengujian kedua dilakukan dengan arah tegak lurus dari pengujian pertama, untuk memastikan semua area pengujian telah tercover.
  8. Semua pengujian harus dilakukan dengan overlap yang cukup untuk menjamin cakupan 100% sensitifitas test nya.
  9. Untuk metode yoke, pengujian secara menyamping dibatasi sampai jarak maksimum ¼ dari jarak kontaknya pada masing-masing sisi dari garis terpendek dari jarak kontak untuk meyakinkan area di bawahnya teruji.
  10. Evaluasi indikasi, indikasi yang benar adalah disebabkan oleh ketidaksempurnaan mekanik dalam bahan lasan dan di daerah yang berdekatan.kekasaran permukaan, kotoran, minyak, dan grease dapat menyebabkan indikasi yang meragukan.
  11. Indikasi yang ditolak (rejected) adalah indikasi yang tidak dapat diterima berdasarkan standar penerimaan (acceptance standard). Standard penerimaan yang digunakan adalah ASME Code Sect. I, ASME Code Sect. VIII, dan ASME B31.1

Pengujian Material Dengan Metode NDT

II. Penetrant Testing

Metode pengujian ini hanya digunakan untuk mendeteksi cacat di permukaan, pada material non- porous pada semua jenis material logam dan campuran logam, juga untuk pengujian material lainnya sperti keramik, plastic dan karet.

Peralatan yang digunakan dalam pengujian PT : Chemical (Cleaner, Penetrant, Developer), Kuas, Kain Majun (lap kering), Lighmeter dan Thermometer.

Langkah-langkah pengujian dengan Penetrant Testing adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum melakukan pengujian, permukaan benda yang akan diuji harus bebas dari semua kotoran, grease, oli, pasir, loose,rust, scale, atau material lainnya yang akan mengganggu pada saat pengujian.
  2. Precleaning: membersihkan bagian permukaan benda uji dengan cairan cleaner yang mudah menguap, dan tunggu selama sekurang-kurangnya 1 menit.
  3. Pengaplikasian cairan penetrant dengan cara dikuas pada bagian lasan (pengujian lasan), sekurang-kurangnya 1 inci dari kedua sisi lasan harus tertutup oleh cairan penetrant. Diamkan selama 10 – 30 menit (dwell time penetrant) sampai cairan penetrant benar-benar masuk kedalam bagian yang dicurigai sebagai cacat.
  4. Remove Excess Penetrant: menghilangkan sisa cairan penetrant dengan cara mengusap kelebihan penentrant dengan lap kering kemudian dengan lap yang telah dibasahi dengan cairan solvent dan terakhir dilap kembali dengan kain kering sampai bersih, kemudian diamkan selama 5 menit.
  5. Pengaplikasian developer: semprotkan cairan developer secara merata ke permukaan bagian lasan yang akan diuji, lalu diamkan selama 10 menit sampai cairan developer berhasil mengangkat penetrant keluar (blotting) dan memunculkan indikasi cacat.
  6. Interpretasi: amati setiap indikasi cacat yang muncul, dan interpretasikan apakah indikasi tersebut relevan atau non relevan.
  7. Evaluasi: hanya indikasi relevan saja yang akan dievaluasi untuk menentukan cacat yang muncul diterima atau direject berdasarkan standar penerimaan (acceptance standar) yaitu ASME Code Sect. I, ASME Code Sect. VIII dan ASME B31.1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *